Lima Gedung OPD di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya Akan Diberi Nama


Image : Lima Gedung OPD di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya Akan Diberi Nama
Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution - Pekanbaru.go.id

PEKANBARU - Lima gedung Organisasi Perangkat Daerah (OPD) Pemko Pekanbaru di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya akan diberi nama satu per satu. Nama lima gedung OPD itu akan diumumkan saat puncak HUT ke-237 Pekanbaru. 

Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pekanbaru Indra Pomi Nasution saat meninjau progres pekerjaan Masjid Islamic Center di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Kamis (10/6), mengatakan, lima gedung, baik yang sudah ditempat Organisasi Perangkat Daerah (OPD) ataupun yang belum, akan diberi nama saat perayaan HUT ke-237 Pekanbaru. Jadi tidak ada lagi sebut Gedung B3, B9, atau B1. 

"Khusus gedung utama (kantor Walikota) dan Masjid Islamic Center diberi nama di kemudian hari. Nanti, kami usulkan untuk namanya," ujarnya. 

Saat ini, ada enam gedung yang telah dibangun termasuk gedung utama. Ada tiga gedung lagi yang akan dibangun. 

"Sebenarnya, kami mengusulkan pembangunan satu gedung untuk Perpustakaan Digital tahun ini. Karena kemampuan keuangan terbatas, maka tak jadi dibangun," ungkap Indra Pomi. 

Dinas PUPR sangat ingin sembilan gedung sudah terbangun pada 2022. Tapi apa boleh buat, hanya enam gedung yang bisa dibangun hingga kini. 

"Jadi, ada tiga bangunan lagi yang belum dibangun," jelas Indra Pomi. (Kominfo1/RD1)




Logo Pemkot

Pekanbaru.go.id

Portal Resmi Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau

Tulis Komentar

[02/07/2022] Dispora Pekanbaru Hadiri Musyawarah Cabang IBA MMA Pekanbaru [02/07/2022] Pemko Pekanbaru Hadirkan Budaya Mengantar Penganten dan Perang Beras Kunyit Pada Apeksi 2022 [01/07/2022] Pj Wali Kota Pekanbaru Apresiasi Kota Medan Sebagai Tujuan Wisata Medis [01/07/2022] Anggaran Terbatas, di 2022 Dishub Berupaya Lakukan Peremajaan LPJU [01/07/2022] Tahun Ini PUPR Dapat Lagi DAK Rp10 Miliar [01/07/2022] Selain Tindakan Represif, Dishub Juga Imbau Pemilik Angkutan Besar Tidak Melintas di Tengah Kota