PEKANBARU-Seiring Pekanbaru menju kota besar dan berkembang pesat, jumlah gepeng dan pengemis kian menjamur. Untuk mengatasi semakin tingginya jumlah Gepeng di Pekanbaru, Dinas Sosial (Dinsos) sudah bertemu Walikota Pekanbaru, Firdaus ST MT untuk membahas masalah panti rehabilitas gepeng, pengemis dan anak terlantar.
"Karena tidak masuk dalam APBD 2015 dan APBD perubahan yang sudah di banggar. Kami (Dinsos, red) coba usulkan dalam APBD murni 2016," ujar Chairani STTP selaku Kepala Dinsos Kota Pekanbaru, Rabu (12/8).
Dikatakan Chairani, sejauh ini Dinsos baru sekedar memaparkan pengajuan untuk memasukkan pembangunan panti rehabilitasi kedalam APBD murni 2016. Sementara terkait tekhnis, masalah pengasuh, guru dan fasilitas belum direncanakan.
"Seperti yang kita ketahui sejauh ini gepeng dan pengemis asli warga Pekanbaru hanya di bina sebentar dan dilepaskan kembali dengan jaminan. Untuk pengemis luar kota kita pulangkan," ujarnya.
Untuk lahan pembangunan panti rehabilitasi sendiri, Chairani mengusulkan di Kecamatan Tenayan Raya dan Kecamatan Rumbai. "Kalau memang lahan di Rumbai milik Pemko Pekanbaru seluas 3,5 Hektare bisa di gunakan, kita langsung usulkan DED (Detail Enginering Design,red)," tambah Chairany.
Jadi anak terlantar dan gepeng di Pekanbaru secepatnya bisa di tampung di panti rehabilitasi. "Respon Pak Wali cukup bagus. Jika masuk dalam APBD murni 2016 diperkirakan tahun 2018 pembangunan panti rehabilitasi sudah selesai dan siap dioperasikan," tutupnya. (Humas Pemko)