PEKANBARU - Banyaknya panti pijat terselubung yang berada d itengah pemukiman masyarakat, diakui Walikota Pekanbaru, Firdaus,MT sering luput dari pantauan Satpol PP. Untuk itu, Firdaus mengajak RT /RW dan juga masyarakat sendiri guna pro aktif mengawasi lingkungannya terutama untuk praktik panti pijat yang ada di wilayah masing-masing.
Menurutnya, selaku pihak yang paling dekat dengan lingkungan masyarakat, tentunya RT dan RW serta tokoh masyarakat akan lebih mengetahui banyak apa saja yang ada di wilayahnya. “Pasalnya kalau ditertibkan petugas, pemilik panti pijat kadang kucing-kucingan juga dan berdalihnya hanya tempat pijat tradisional,” ungkap Firdaus.
Untuk masalah perizinannya dibenarkannya memang menjadi tanggung jawab pemerintah kota, tapi yang terjadi di lapangan tentu lebih diketahui oleh masyarakat.
Sementara itu, tidak adanya rumah singgah atau semacam panti sosial milik Pemerintah Kota Pekanbaru untuk menampung pekerja panti pijat yang terjaring razia oleh Satpol PP, juga diakui Firdaus menjadi masalah tersendiri bagi Pemerintah Kota Pekanbaru. Bahkan beberapa diantaranya ada yang sudah berulang kali terjaring razia.
Menyikapi ini, Firdaus berjanji akan merencanakan pembangunan rumah singgah milik Pemko Pekanbaru. “Namun realisasinya sendiri kemungkinan baru bisa dilakukan pada tahun 2015 mendatang karena Pemko mesti terlebih dahulu mencari lahan yang cocok dibangun panti sosial atau rumah singgah,”terang Firdaus.(PDE)
Wako Ajak Warga Awasi Praktik Panti Pijat
- Pekanbaru.go.id