PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru terus mematangkan rencana pelebaran Jalan Bangau Sakti sebagai salah satu upaya mengurangi kemacetan di Jalan Soebrantas. Saat ini, proses pelebaran masih berada pada tahap negosiasi dan kajian teknis bersama sejumlah pihak terkait.
Kepala Dinas Pertanahan Pekanbaru Mardiansyah, Rabu (7/5/2026), mengatakan, pihak Universitas Riau (UNRI) pada prinsipnya telah bersedia menghibahkan sebagian lahannya untuk mendukung pelebaran jalan tersebut. Namun, lebar pelebaran jalan masih bersifat tentatif. Karena, hasil kajian lapangan yang dilakukan tim dari Pemko Pekanbaru bersama pihak UNRI harus ditunggu.
“Pelebaran jalan masih dalam tahap negosiasi. Pihak UNRI sudah bersedia menghibahkan lahan untuk jalan, tetapi untuk lebarnya masih tentatif. Bisa enam meter, tujuh meter, atau delapan meter. Itu tergantung hasil kajian efektivitas dalam mengurangi kemacetan di Jalan Soebrantas,” ujarnya.
Kajian tersebut dilakukan untuk memastikan pelebaran Jalan Bangau Sakti benar-benar memberikan dampak signifikan terhadap kelancaran arus lalu lintas di kawasan Panam. Pembahasan saat ini masih difokuskan pada area yang berada di sekitar lahan milik UNRI. Setelah itu, proses akan dilanjutkan ke lahan milik Radio Republik Indonesia (RRI) hingga area yang bersinggungan dengan Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) di ujung Jalan Bangau Sakti.
Justru, tantangan terbesar dalam proses pelebaran berada di area milik UNRI. Karena, terdapat cukup banyak bangunan yang berpotensi terdampak.
“Karena lahan yang paling besar terdampak berada di kawasan UNRI, maka pembahasan diawali dari sana. Setelah itu baru masuk ke lahan RRI dan area Kantor BPN di ujung Jalan Bangau Sakti,” jelas Mardiansyah.
Pemko Pekanbaru berharap rencana pelebaran Jalan Bangau Sakti dapat segera terealisasi. Hal ini guna mendukung kelancaran mobilitas masyarakat dan mengurangi kepadatan kendaraan di ruas Jalan Soebrantas yang selama ini menjadi salah satu titik kemacetan utama. (Kominfo11/RD5)