PEKANBARU - Ketua Umum (Ketum) Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kota Pekanbaru periode 2026–2030, Ahmad Faisal Reza, menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya untuk memimpin organisasi olahraga tersebut selama empat tahun ke depan. Amanah tersebut merupakan tanggung jawab besar untuk membawa olahraga prestasi Kota Pekanbaru menuju arah yang lebih maju.
"Amanah ini bukan sekadar sebuah kehormatan, tetapi tanggung jawab besar untuk memajukan olahraga prestasi di Kota Pekanbaru. KONI harus menjadi rumah besar bagi seluruh insan olahraga," kata Reza usai dilantik di Hotel Grand Elite, Sabtu (1/8/2026).
Kepengurusan baru akan memfokuskan program kerja pada penguatan pembinaan atlet, peningkatan kualitas pelatih, serta pengembangan seluruh cabang olahraga (cabor) secara merata dan berkelanjutan. Prestasi tidak dapat diraih secara instan.
"Melainkan, prestasi lahir dari proses pembinaan yang terencana, disiplin, konsisten, dan didukung oleh ekosistem olahraga yang sehat.
Karena itu, kami akan mendorong pembinaan atlet sejak usia dini dengan memperkuat pusat-pusat latihan serta memastikan adanya jenjang pembinaan yang jelas, mulai dari tingkat pelajar, klub, hingga atlet berprestasi," ucap Reza.
Ia juga menempatkan pelatih sebagai ujung tombak dalam pembinaan atlet. Untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia di bidang olahraga, KONI berkomitmen menyelenggarakan berbagai program peningkatan kompetensi, seperti pelatihan, sertifikasi, workshop, serta menjalin kerja sama dengan berbagai pihak agar metode latihan semakin modern, ilmiah, dan mampu mengikuti perkembangan dunia olahraga.
Di sisi lain, Reza memastikan seluruh cabang olahraga akan memperoleh perhatian yang sama tanpa ada perbedaan perlakuan. Setiap cabang olahraga memiliki potensi dan kontribusi besar dalam mengharumkan nama Kota Pekanbaru di berbagai ajang kompetisi.
"Tidak ada cabang olahraga yang dianaktirikan dan tidak ada yang ditinggalkan. Tugas KONI adalah memfasilitasi, mengoordinasikan, serta memperjuangkan kebutuhan pembinaan secara adil, objektif, dan berdasarkan program serta prestasi yang telah dicapai," tegasnya.
Dalam masa bakti 2026–2030, Reza mengusung visi mewujudkan KONI Kota Pekanbaru yang profesional, bersatu, dan berprestasi dalam membangun olahraga yang maju, berkarakter, serta berdaya saing di tingkat provinsi maupun nasional.
Untuk mewujudkan visi tersebut, salah satu misi utama yang akan dijalankan adalah memperkuat tata kelola organisasi yang profesional, transparan, dan akuntabel.
"Saya meyakini kebersamaan seluruh pemangku kepentingan menjadi kunci keberhasilan dalam memajukan olahraga. Yang dekat akan terasa semakin dekat, yang berat akan terasa ringan apabila kita bersama-sama kompak membangun olahraga di Kota Pekanbaru," tutur Reza.
Ia berharap pada akhir masa kepengurusannya nanti, Kota Pekanbaru telah memiliki sistem pembinaan atlet yang lebih tertata, pelatih yang semakin berkualitas, cabang olahraga yang mandiri, serta atlet-atlet yang mampu mengharumkan nama Pekanbaru, Provinsi Riau, hingga Indonesia di berbagai kejuaraan.
Ia juga menyampaikan harapan kepada Pemko Pekanbaru agar dapat mendukung penyelenggaraan
Pekan Olahraga Kota (Porkot) sebagai bagian dari upaya menghidupkan kembali atmosfer kompetisi olahraga di daerah. Penyelenggaraan ajang tersebut sangat penting mengingat Porkot terakhir digelar pada 2019.
Mesin olahraga yang sempat lama tidak bergerak harus kembali dipanaskan. Dengan dukungan wali kota, wakil wali kota, serta pimpinan DPRD Kota Pekanbaru, KONI optimistis pembinaan olahraga akan semakin bergairah menjelang Porkot berikutnya.
"Dengan semangat kebersamaan, mari kita sambut masa depan olahraga Pekanbaru yang lebih maju, lebih berprestasi, dan lebih membanggakan. Bersatu membina, bergerak bersama, mengukir prestasi untuk Pekanbaru," pungkasnya. (Kominfo11/RD5)