PEKANBARU - Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, memantau langsung Profiling ASN (Pro ASN) di lingkungan Pemerintah Kota Pekanbaru, Senin (28/9/2026). Pro ASN sendiri merupakan pogram nasional berbasis digital dari Badan Kepegawaian Negara.
Program ini bertujuan untuk memetakan potensi, kompetensi dan karakteristik setiap Aparatur Sipil Negara secara objektif. Adanya program ini sekaligus memperkuat sistem manajemen talenta dan meritokrasi agar penempatan serta pengembangan karier ASN sesuai dengan kapasitasnya.
Markarius menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru berkomitmen dalam mewujudkan tata kelola pemerintahan yang lincah dan adaptif serta berorientasi pada pelayanan publik berkualitas.
"Maka langkah awal yang sangat krusial, adalah memotret peta kekuatan serta potensi SDM yang kita miliki secara akurat melalui pemetaan kompetensi dan potensi ASN," ungkapnya usai acara.
Menurutnya, pemetaan kompetensi ASN ini berlangsung melalui ujian Computer Assisted Test (CAT). Para peserta mengikuti Computer
Assisted Competency Test (CACT).
Ujian ini digelar lewat kerjasama dengan Badan Kepegawaian Negara dan Kantor Regional XII BKN Pekanbaru. Ia menyebut bahwa pada tahun 2025, sebanyak 963 ASN selesai melaksanakan ujian.
Rinciannya yakni 194 peserta ujian CACT dan 769 peserta Ujian Pro ASN. Lalu pada tahun 2026 ini ada tiga orang sudah mengikuti CACT dan 1.255 orang mengikuti Pro ASN pada hari ini.
Markarius mengingatkan babwa Profiling ASN bukan ujian tapi menjadi wadah evaluasi diri dan pemetaan potensi secara jujur.
"Jangan sampai tegang, tapi tunjukkan potensi terbaik, kapasitas diri serta komitmen integritas yang anda semua miliki," jelasnya.
Pemerintah Kota Pekanbaru berharap ada tambahan kuota tahun ini untuk CACT dan Pro ASN. Apalagi total jumlah ASN yang menyelesaikan profiling sebanyak 1.422 orang.
"Melalui data profiling ini, pemko akan memiliki talent pool sehingga penempatan jabatan dan karir ASN dapat dilakukan secara objektif," paparnya. (Kominfo7/RD2)