PEKANBARU - Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar, mengikuti rapat paripurna bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Pekanbaru, Senin (6/4/2026) siang.
Rapat paripurna kali ini dengan agenda penyampaian pandangan umum fraksi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Pemerintah Kota Pekanbaru Tahun Anggaran 2025, serta pengumuman pergantian Ketua Fraksi Partai Amanat Nasional (PAN).
Rapat yang dipimpin oleh Wakil Ketua DPRD Pekanbaru, Tengku Azwendi, didampingi Wakil Ketua lainnya, Andry Saputra ini dilaksanakan di ruang paripurna DPRD Pekanbaru.
Dalam rapat paripurna itu, sejumlah fraksi menyampaikan berbagai catatan terhadap kinerja Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru sepanjang tahun 2025. Isu infrastruktur menjadi sorotan utama, khususnya terkait kondisi jalan, perbaikan drainase, serta penanganan banjir yang dinilai masih menjadi persoalan krusial di tengah masyarakat.
Menanggapi hal tersebut, Markarius Anwar menyampaikan apresiasi atas masukan yang disampaikan oleh seluruh fraksi DPRD. Ia menegaskan bahwa kritik dan saran tersebut akan menjadi bahan evaluasi bagi pemerintah kota.
"Terima kasih kepada seluruh fraksi DPRD Kota Pekanbaru yang telah memberikan pandangan, baik berupa kritik, apresiasi, maupun masukan. Insya Allah, seluruh tanggapan tersebut akan kami jawab pada paripurna berikutnya," kata Wawako.
Ia menyebut, masukan dari legislatif merupakan bagian penting dalam upaya meningkatkan kualitas kinerja pemerintah ke depan. Menurutnya, sejumlah catatan yang disampaikan akan menjadi perhatian serius untuk dilakukan pembenahan di berbagai sektor.
Terkait pembangunan infrastruktur, Markarius memastikan bahwa program perbaikan jalan akan terus dilanjutkan pada tahun 2026.
Ia menyebutkan, sejumlah perbaikan yang telah dilakukan sebelumnya sudah mulai dirasakan manfaatnya oleh masyarakat, meskipun masih terdapat kekurangan yang perlu disempurnakan.
Sementara itu, dalam upaya pengendalian banjir, Pemko Pekanbaru diakui masih menghadapi berbagai tantangan. Sepanjang tahun 2025, pemerintah kota telah melakukan perbaikan drainase dengan total panjang mencapai sekitar 80 kilometer.
Namun, langkah tersebut dinilai belum mampu mengatasi persoalan banjir secara menyeluruh.
"Permasalahan utama terletak pada sistem drainase yang belum terintegrasi dengan baik. Ke depan, perlu dilakukan evaluasi dan penataan ulang agar jaringan drainase dapat saling terkoneksi dan mampu mengurangi persoalan banjir di Kota Pekanbaru," terang Wawako.
Pemko Pekanbaru, lanjutnya, berkomitmen untuk melakukan pembenahan secara bertahap, khususnya dalam pembangunan sistem drainase yang terintegrasi, guna memberikan solusi jangka panjang terhadap persoalan banjir yang masih kerap terjadi di sejumlah wilayah kota. (Kominfo8/RD2)