PEKANBARU - Komisi Penanggulangan AIDS (KPA) Provinsi
Riau menggelar rapat koordinasi terbatas dengan Wakil Walikota (Wawako)
Pekanbaru Ayat Cahyadi di Kompleks Perkantoran Tenayan Raya, Rabu
(27/1). Dalam rapat tersebut KPA Riau mengungkapkan bahwa ada sekitar
4.000 orang terjangkit HIV/AIDS di Pekanbaru.
"HIV/AIDS
di Riau ini didominasi di Pekanbaru. Jumlahnya 2/3 dari kasus di Riau.
Dari 6.000 orang, sekitar 4.000 terdapat di Pekanbaru," kata Sekretaris
Komisi Penanggulangan AIDS Provinsi Riau Dokter Sri Suryaningsih usai
rapat koordinasi terbatas.
Keinginan
KPA Riau, kasus penderita HIV/AIDS dapat diturunkan. Kasus baru maupun
meninggal dunia akibat HIV/AIDS tidak ada lagi.
"Banyak
Orang Dengan HIV/AIDS (ODHA) berkeliaran di Pekanbaru. Artinya, mereka
belum mau berobat. Padahal, pemerintah sudah menyediakan pengobatan,"
ungkap Dokter Sri.
Tugas KPA Riau mencari para ODHA tersebut. Agar, para ODHA bisa digiring untuk berobat.
"Kalau
mereka berobat, minimal virus di badannya menurun. Mengeluarkan virus
itu tidak terlalu mudah. Kini, kami fokus di Pekanbaru," sebut Dokter
Sri.
Dalam rapat
tersebut, Wawako Pekanbaru Ayat Cahyadi ingin sekali berpartisipasi
dengan KPA Riau dalam menekan angka penderita HIV/AIDS. Wawako ingin
sekali bersama-sama tujuan itu tercapai.
"Saya hargai partisipasi beliau," ucap Dokter Sri. (Kominfo1/RD1)