Pekanbaru, 18/3 (Antara) - Para pedagang kaki lima sepanjang
jalan Soekarno-Hatta, Kota Pekanbaru, Riau, dianggap liar hingga
harus ditertibkan karena mengganggu kelancaran arus lalu lintas
dan keindahan kota.
"Semua PKL di jalan Soekarno-Hatta itu adalah liar, maka perlu
ditertibkan," kata Kepala Dinas Pasar Pemkot Pekanbaru, Sadri
kepada pers di Pekanbaru, Riau, Senin.
Pernyataan tersebut terkait keberadaan PKL Soekarno-Hatta
meresahkan penguna jalan dan merusak keindahan kota karena mereka
berjualan di lahan hijau serta di bawah pohon pelindung.
Demikian pula oknum ormas kepemudaan memunggut uang dengan dalih
untuk kebersihan dan keamanan kepada pedagang sepanjang jalan
Soekarno-Hatta itu, seakan lokasi tersebut dianggap resmi.
Menurut dia, pihaknya mengharapkan Satpol PP Pemkot Pekanbaru
untuk turun tangan menertibkan PKL tersebut karena sudah dianggap
meresahkan.
Padahal pekan lalu petugas Satpol PP sudah menertibkan para PKL
tersebut dan
lokasi itu tampak bersih.
Namun belakangan para PKL itu kembali berjualan menyebabkan
sepanjang jalan tampak semraut terutama mendekati perempatan
jalan HR Soebrantas, Panam.
Para PKL itu sengaja mengelar usaha diantaranya berupa penjualan
kaos, sepatu, jaket, minuman ringan, tambal ban, kedai makanan
dan penjualan buah-buahan.
Sadri mengatakan, pihaknya sudah berulangkali menyarankan kepada
pedagang untuk berjualan di lokasi resmi agar tidak terkena
penertiban oleh Satpol PP.
Sementara itu, Wali Kota Pekanbaru, Firdaus MT mengatakan pihaknya
memerintahkan Satpol PP supaya siaga di lokasi untuk menertibkan para PKL.
Menurut Firdaus, pihaknya telah memberikan toleransi kepada PKL
untuk segera pindah dari jalan Soekarno-Hatta karena merusak
keindahan kota tapi tidak juga ditanggapi.
PEDAGANG KAKI LIMA JALAN SOEKARNO-HATTA PEKANBARU LIAR
- Pekanbaru.go.id