PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru berupaya agar tidak ada lagi ijazah siswa yang tertahan. Para orangtua bersyukur bisa menerima kembali ijazah tersebut.
Muhammad Rum mengungkapkan rasa terima kasih usai menerima ijazah anaknya. Ia akhirnya bisa membawa pulang ijazah putranya yang sudah lulus di satu SD swasta.
Ijazah itu sempat tertahan selama dua tahun lamanya. Penahanan ijazah itu menunggak pembayaran uang sekolah putranya.
"Kami sebagai orangtua wali murid sangat berterima kasih kepada pemerintah kota yang telah meringankan beban kami, sehingga bisa membawa pulang ijazah anak kami," ungkapnya usai penyerahan simbolis Kamis (29/10/2026).
Dirinya berterima kasih ketika pemerintah kota membantu warga kurang mampu. Apalagi yang memiliki tunggakan di sekolah sehingga tidak bisa mengambil ijazah anaknya.
Warga Kulim ini mengaku awalnya mendapat informasi terkait rencana pemerintah kota membantu orangtua siswa yang mengalami penahanan ijazah. Ia mendapatkan informasi itu dari kelurahan sehingga langsung melaporkan hal tersebut.
"Kami bersyukur, ijazah anak kami sudah bisa kami bawa," ulasnya.
Dirinya merupakan satu dari 59 orangtua yang bisa membawa pulang ijazah anaknya. Pemerintah Kota Pekanbaru menyerahkan ijazah ini setelah sempat tertahan di sekolah.
"Orangtua yang ijazah anaknya sempat tertahan, kini bisa menerima kembali ijazahnya," papar Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho usai menyerahkan ijazah yang sempat tertahan di sekolah.
Menurutnya, Pemerintah Kota Pekanbaru bersama Baznas Pekanbaru membayarkan tunggakan yang ada. Mereka sudah melakukan pendataan dan verifikasi terhadap para penerima.
"Selain dari Baznas, kami juga siapkan anggaran agar tidak ada lagi ijazah siswa yang tertahan di sekolah," ucapnya.
Agung menambahkan bahwa pemerintah kota bukan hanya bekerjasama dengan Baznas Pekanbaru. Namun juga bekerjasama dengan sejumlah sekolah swasta dan pesantren.
Mereka bukan hanya bersedia memberi ijazah tersebut kepada para siswa. Namun juga memberi keringanan terhadap tunggakan sekolah siswa yang tertahan ijazahnya.
"Jadi pihak sekolah bukan cuma menyerahkan kembali ijazah, tapi memberi pemotongan tunggakan biaya sekolah hingga 50 persen," ujarnya.
Wali Kota memastikan bahwa program ini tetap berlanjut. Pemerintah Kota Pekanbaru bekerjasama dengan Baznas Pekanbaru untuk membantu orangtua siswa kurang mampu lainnya.
Total siswa yang ijazahnya tertahan di sekolah mencapai 640 orang. Namun untuk tahap awal hampir 60 orang siswa sudah kembali ijazahnya.
Agung juga menyerahkan Beasiswa Pendidikan Sinergi dalam acara di SMPN 6 Pekanbaru bagi siswa di Kota Pekanbaru yang. Beasiswa ini merupakan penyaluran zakat dari Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
Besaran beasiswa, yakni Rp1 juta bagi siswa SMP dan Rp 750 ribu bagi siswa SD. Ada kesempatan bagi anak-anak di sekolah lainnya.
Ada juga 1.500 peralatan sekolah bagi anak-anak yang masuk melalui jalur Affirmasi pada SPMB 2026 silam. (Kominfo7/RD2)
Sumber : (Kominfo7/RD2)