PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru mendorong pondok pesantren memanfaatkan lahan kosong untuk kegiatan pertanian produktif. Lahan kosong sekitar pesantren dapat diolah dan ditanam jagung atau kacang tanah.
Hal ini disampaikan Wakil Wali Kota (Wawako) Pekanbaru Markarius Anwar saat menghadiri panen raya jagung pipil di Pondok Pesantren Khairul Ummah 2, Kampus Putri, Jalan Lokomotif, Kelurahan Sekip, Kecamatan Limapuluh, Jumat (30/10/2026).
"Kegiatan pertanian di lingkungan pesantren kami harapkan dapat menjadi proyek percontohan bagi pondok pesantren lainnya yang masih memiliki lahan kosong," katanya.
Panen jagung pipil kali ini merupakan panen tahap kedua. Sebelumnya, pihak pesantren telah melakukan panen jagung manis.
Walaupun lahannya tidak terlalu luas, diharapkan lahan pertanian ini bisa menjadi proyek percontohan bagi seluruh pondok pesantren di Pekanbaru. Pesantren yang masih memiliki lahan kosong bisa memanfaatkannya untuk menanam tanaman yang bermanfaat, seperti jagung dan kacang tanah.
"Kami siap mendukung pengembangan pertanian di lingkungan pesantren melalui kerja sama dengan kelompok tani di sekitar lokasi," ucap Markarius.
Dukungan pemko itu diberikan dalam. antara lain berupa bantuan peminjaman alat pertanian untuk mengolah lahan. Selain itu, Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) juga telah menyalurkan bantuan pupuk untuk tanaman jagung pipil di pesantren tersebut.
Kegiatan pertanian di Pondok Pesantren Khairul Ummah 2 melibatkan kelompok tani sebagai pendamping. Kelompok tani membantu proses pengolahan lahan dan penanaman. Sedangkan lahan disediakan oleh pihak pesantren.
"Pesantren tidak bekerja sendiri. Ada kelompok tani yang mendampingi dan membantu pengolahan lahan. Alat-alatnya juga kami bantu. Inilah bentuk kolaborasi antara pondok pesantren, kelompok tani, dan pemerintah," tutupnya. (Kominfo11/RD5)
Sumber : (Kominfo11/RD5)