PEKANBARU
- Kota Pekanbaru meraih peringkat 7 dari 100 kabupaten dan kota dalam
penilaian evaluasi gerakan menuju Smart City. Peringkat ini berdasarkan
hasil evaluasi gerakan 100 Smart City 2021.
Kabid Informasi
Komunikasi Publik Dinas Komunikasi Informatika Statistik dan Persandian
Mawardi mengatakan, surat Kementerian Kominfo telah diterima. Surat
tersebut berisi hasil evaluasi Kemen Kominfo terkait 100 kota yang
mengikuti program Smart City sejak 2017 hingga 2019.
"Terdapat 98 kabupaten/kota yang mengisi kuesioner (self-assessment) online pada tautan smartcity.layanan.go.id dan
menghadiri kegiatan evaluasi yang telah diselenggarakan pada 6-9
Desember 2021 secara daring," kata Mawardi, Kamis (13/1).
Penilaian
evaluasi terhadap implementasi program smart city di 100 kota/kabupaten
yang terpilih melalui program Gerakan Menuju 100 Smart City diukur
berdasarkan lima dimensi dengan formulasi perhitungan yang berbeda.
Pertama,
baseline (dengan bobot 10%), menggambarkan nilai improvement yang
diperoleh berdasarkan hasil evaluasi Implementasi Masterplan dan Quick
Win Smart City.
Kedua, Output (bobot 20%), mencakup terbentuknya
fondasi untuk pelaksanaan program smart city untuk menilai sejauh mana
pemerintah kota/kabupaten menyiapkan kebijakan, kelembagaan, serta
anggaran untuk program smart city.
Ketiga, Outcome (bobot 30%),
mencakup pelaksanaan rencana yang ada di masterplan smart city. Outcome
ini untuk menilai sejauh mana setiap rencana dijalankan oleh pemerintah
daerah.
Keempat,
Impact (bobot 20%). Hal ini mencakup manfaat yang dirasakan masyarakat
atas implementasi program smart city, untuk mengukur manfaat dan
perbaikan
pelayanan publik bagi masyarakat, keterlibatan masyarakat, serta keberlanjutan program yang telah berjalan.
Kelima,
program percepatan atau Quick Win (bobot 20%). Penilaian ini mencakup
tingkat inovasi program percepatan smart city dan menilai kreativitas
dan daya inovasi pada program percepatan (Quick Win).
Hasil
penilaian dari lima dimensi tersebut dikategorikan menjadi dua. Pertama,
Indeks Pencapaian atau Rata-rata Bobot (performance) merupakan tingkat
pembangunan smart city dari masing-masing daerah. Indeks Pencapaian
diperoleh dengan menghitung rata-rata Baseline, Output, Outcome, Impact,
dan
Quick Win.
Kedua, Indeks Peningkatan (Tingkat
Improvement) merupakan tingkat perbaikan yang terjadi pada tiap daerah
setelah mengikuti Gerakan Menuju 100 Smart City. Indeks Peningkatan
(Tingkat Improvement) diperoleh dengan menghitung selisih antara
rata-rata Baseline, Output, Outcome, Impact, dan Quick Win terhadap
nilai tahun lalu.
"Hasil penilaian evaluasi terhadap implementasi
program smart city di 100 kota dan kabupaten, Pekanbaru berada di
peringkat 7 di Indonesia," sebut Mawardi. (Kominfo11/RD5)
Pekanbaru Ranking 7 Kabupaten/Kota Smart City 2021
Hasil Evaluasi Smart City Tahun 2021 - Pekanbaru.go.id