PEKANBARU - Puskesmas Rejosari terus melakukan sosialisasi untuk menangkal hoaks dampak imunisasi, yang menyebabkan masyarakat ragu untuk memberikan imunisasi kepada anak-anaknya.
Kepala Puskesmas Rejosari, Mira Susmitha mengatakan, Puskesmas Rejosari bersama jajaran lintas sektoral sudah turun ke masyarakat untuk melacak informasi hoaks dan memberikan klarifikasi berbasis fakta.
Ia menjelaskan, informasi hoaks mengenai imunisasi menjadi tantangan terbesar yang dihadapi oleh tim kesehatan saat menggelar imunisasi menyeluruh pada tahun 2024 lalu. Akibatnya, meski capaian imunisasi cukup besar pada tahun tersebut, yakni mencapai 77,1 persen, namun target 100 persen belum berhasil dicapai.
"Informasi hoaks adalah tantangan terbesar tim kami di lapangan. Oleh karenanya, kami terus sosialisasi untuk meluruskan informasi.
Dengan kolaborasi berbagai pihak dan pendekatan berbasis data serta edukasi yang konsisten, Puskesmas Rejosari optimis dapat terus meningkatkan cakupan imunisasi demi perlindungan kesehatan anak-anak dan masa depan yang lebih sehat," ujarnya, Rabu (30/4/2025).
Lanjutnya, Puskemas tentu tidak bisa bekerja sendiri. Untuk mendorong kepercayaan masyarakat dan memaksimalkan partisipasi imunisasi, pihaknya mengaku membutuhkan bantuan dari sema lintas sektor.
"Puskesmas tidak bisa bekerja sendiri. Karena itu, kami mengundang semua lintas sektor dalam kegiatan ini, agar ke depan semua bisa berperan aktif membantu kami mencapai target yang diharapkan," pungkasnya. (Kominfo10/RD5)
Hoaks Dampak Imunisasi Sebabkan Masyarakat Ragu, Puskesmas Rejosari Konsisten Sosialisasi
Kepala Puskesmas Rejosari Mira Susmitha melakukan sosialisasi untuk menangkal hoaks dampak imunisasi (Sumber: Internet) - Pekanbaru.go.id