PEKANBARU - Tim Satgas Penanganan Covid-19 Kota Pekanbaru bakal melakukan rapid antigen akhir pekan ini secara acak terhadap guru dan murid yang bakal menggelar belajar penuh. Adanya rapid antigen guna memastikan kondisi kesehatan guru dan murid.
"Kita bakal evaluasi akhir pekan ini belajar penuh, sembari gelar rapid antigen," terang Wali Kota Pekanbaru Dr Firdaus ST MT, Rabu (5/1/2022).
Dirinya mengaku sudah memberi perintah kepada tim satgas agar memantau aktivitas belajar tatap muka secara penuh di sekolah. Mereka bisa melakukan pemantauan bersama tim dari Dinas Pendidikan Kota Pekanbaru.
Wali Kota pun mengingatkan agar guru dan murid di sekolah menerapkan protokol kesehatan secara ketat. Ia mengimbau dinas dan satgas melalukan pengawasan.
"Jadi tim bisa memantau secara acak, mereka bisa menyasar sekolah yang terapkan belajar penuh," paparnya.
Saat ini yang menerapkan belajar penuh hanya murid SMP. Sedangkan para murid SD masih menerapkan pembelajaran tatap muka terbatas.
"Mereka yang di SD masih belajar terbatas dengan kapasitas 50 persen, belajarnya secara bergantian," ujarnya.
Dirinya menyebut bahwa sekolah yang belajar penuh maksimal hanya enam jam pelajaran dalam sehari. Satu pelajaran di sekolah sekitar 40 menit.
Murid SMP berada di sekolah hanya selama empat jam. Pihaknya bakal melakukan evaluasi setelah melihat penerapan belajar penuh selama satu pekan ini. (Kominfo7/RD2)