PEKANBARU - Dinas Pertanian dan Perikanan (Distankan) Kota Pekanbaru memastikan api belum ada sapi yang mengalami Penyakit Mulut Kuku (PMK). Namun sapi yang terindikasi mengidap PMK bakal mendapat perawatan khusus.
Gejala sapi yang mengalami PMK bisa terlihat jelas dari air liur yang berlebihan. Ada juga luka pada bagian kaki sapi sehingga harus mendapat pengobatan.
"Setelah melihat gejala itu, sapi tersebut bakal mendapat perawatan. Sebab sapi denga gejala PMK masih bisa sembuh," ujar Kepala Distankan Kota Pekanbaru Maisisco, Jumat (15/5/2026).
Dirinya mengatakan bahwa sejak Januari 2026 sampai saat ini belum ada kasus PMK di Kota Pekanbaru. Ia menyebut bahwa langkah antisipasi dan penangangan sejak dini bisa mencegah penularan PMK.
"Kita sudah obati, sapi yang terindikasi PMK langsung kita obati, sehingga tidak sampai menyebar virusnya," ulasnya.
Maisisco menegaskan bahwa sampai saat ini belum ada temuan kasus PMK selama lima bulan ini. Ia menyampaikan bahwa bukan hanya PMK yang diwaspadai.
"Kita kan daerah transit, jadi sapi yang di Pekanbaru berasal dari sejumlah daerah, maka harus waspadai penyakit menular hewan," ujarnya. (Kominfo7/RD2)