PEKANBARU
- Asisten II Sekretariat Daerah Kota Pekanbaru, El Syabrina mewakili
Wali Kota Pekanbaru mengapresiasi sentra vaksinasi yang digelar Pasar
Modal Indonesia bersama IA ITB. Ia menilai kegiatan ini untuk percepatan
vaksinasi agar vaksinasi menjangkau seluruh masyarakat.
Pemerintah
Kota Pekanbaru menggandeng IA ITB untuk menggelar vaksinasi massal,
Kamis (4/11/2021). "Kegiatan ini untuk percepatan vaksinasi Covid-19
agar target pemberian vaksin bisa tercapai hingga akhir tahun 2021,"
jelasnya dalam sambutan usai membuka vaksinasi massal di Novotel
Pekanbaru.
El Syabrina
berharap nantinya kegiatan ini bisa meningkatkan jumlah penerima vaksin
agar segera terwujud herd immunity. Seiring capaian vaksinasi tentu
diharapkan ekonomi kembali tumbuh pasca pandemi Covid-19.
El
Syabrina mewakili Walikota Pekanbaru mengucapkan rasa terima kasih
atas dukungan semua pihak dalam mencapat target vaksinasi di Kota
Pekanbaru. Ia berharap kegiatan ini bisa menjangkau masyarakat.
Saat
ini mayoritas masyarakat di Kota Pekanbaru sudah mendapat suntikan
vaksin. Ia berharap dengan capaian itu Kota Pekanbaru nantinya bisa
turun ke PPKM level 1 serta bisa bebas dari Covid-19. Pemerintah kota
juga berupaya menggesa perekonomian terutama dalam pemulihan ekonomi.
Ketua
Umum IA ITB, Gembong Primadjaya ada rencana bertambah 40.000 dosis
dalam vaksinasi massal ini. Total ada rencana 100 ribu dosis vaksin
disalurkan.
Gembong
menyebut bahwa kegiatan ini dalam rangka membantu pemerintah dalam
mempercepat vaksinasi nasional. Mereka sengaja menggelar kegiatan di
Kota Pekanbaru karena Walikota Pekanbaru, Firdaus merupakan satu alumni
ITB.
Mereka juga bekerja
sama dengan BEI, KPEI dan KSEI menyelenggarakan Vaksinasi Ganesha dalam
HUT ke-44 Pasar Modal Indonesia. Penyelenggara berencana menggelar
vaksinasi massal hingga 10 November 2021 mendatang.
Ada
sejumlah lokasi penyelenggaraan yakni Novotel, RS Unri, RSD Madani, Mal
SKA dan IKPTB Pekanbaru. Titik vaksinasi juga menyebar di sepuluh SMA
sederajat di Kota Pekanbaru.
Jumlah
vaksin yang tersedia untuk tahap awal mencapai 60.000 dosis vaksin.
Vaksin gratis ini untuk masyarakat yang hendak mendapat vaksin dosis
pertama atau dosis kedua. (Kominfo4/RD2)