Gunakan Aplikasi SiDIVA, Disketapang Pekanbaru Berkomitmen Perkuat Ketahanan Pangan


Image : Gunakan Aplikasi SiDIVA, Disketapang Pekanbaru Berkomitmen Perkuat Ketahanan Pangan
Dialog khusus siDIVA - Pekanbaru.go.id

PEKANBARU - SiDIVA merupakan aplikasi digital berbasis Website yang merupakan singkatan dari Aplikasi Digital FSVA (Food Security and Vulnerability Atlas/ Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan). Kepala Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang) Kota Pekanbaru, Alek Kurniawan mengatakan SiDIVA adalah sebuah aplikasi digital yang memuat Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan tingkat Kelurahan se-Kota Pekanbaru, dengan menampilkan geografis wilayah tahan dan rentan rawan pangan dengan dua gradasi warna yaitu merah dan hijau.

"Gradasi merah menunjukkan variasi tingkat kerawanan pangan dan Gradasi hijau menggambarkan kondisi yang lebih tahan pangan," ujar Alek atau biasa disapa Akur.

Menurutnya, aplikasi ini dilaunching oleh Wali Kota Pekanbaru bertempat di Ball Room Gedung Utama Komplek Perkantoran Tenayan Raya pada Rabu (23/2) lalu. Launching ini dihadiri seluruh Perangkat Daerah di lingkungan Pemko Pekanbaru secara luring dan bahkan secara daring dihadiri beberapa perwakilan dari Pemerintah Kabupaten/kota lainnya di Indonesia.

"Dari luar Riau turut hadir perwakilan dari Pemerintah Kota Payakumbuh, Pemerintah Kabupaten Lima Puluh Koto dan Pemerintah kota Solok. Tak ketinggalan perwakilan dari beberapa Dinas Pangan di Pulau Jawa dan Kalimantan juga hadir secara daring diantaranya DKPP Kota Kediri, DKPP Kab. Tanah Laut, Kota Probolinggo dan kota Madiun," sebut Alek.


Ia menjelaskan, SiDIVA diharapkan menjadi simbol kebangkitan ketahanan pangan di kota Pekanbaru yang termutakhir berdasarkan data dari Pusat Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian RI yang mendapatkan skor Indeks Ketahanan Pangan Kota terbaik dua nasional dengan skor 90.56 (tahan pangan).

Aplikasi ini berfungsi sebagai alat bantu elektronik bagi seluruh stakeholder untuk akselerasi program ketahanan pangan yang terintegrasi yang dapat diakses oleh siapapun secara online pada web address https://fsva-disketapangpku.com. Fitur-fitur aplikasi yang terdapat dalam SiDIVA terdiri dari administrasi kecamatan, administrasi kelurahan, sarana prasarana, penduduk tidak sejahtera,akses transportasi,akses air bersih,tenaga kesehatan dan komposit FSVA (Food Security Vulnerability Atlas/ Peta Ketahanan dan Kerawanan Pangan).

Alek menyebutkan kegiatan ini sangat diapresiasi oleh Bapak Wali Kota Pekanbaru yang berujar bahwa aplikasi SiDIVA memiliki peranan strategis dalam mengukur kinerja dan Pelayanan Pemerintah Kota Pekanbaru dalam Pembangunan Ketahanan Pangan. Bahkan keseriusan beliau terhadap sektor pangan sebut Alek dinyatakannya dalam tagline; "Pangan Berdaulat, Indonesia Sejahtera."

Selain itu Alek juga mengaku kedatangan rombongan Tim Dinas Pangan dan Pertanian Kabupaten Barito Kuala Provinsi Kalimatan Selatan yang menyambangi Dinas Ketahanan Pangan kota Pekanbaru pada Selasa (22/03) lalu yang salah satu penyebab tamu tersebut datang adalah dengan adanya siDIVA yang pernah dikenalkan Walikota Pekanbaru Ketika menyambut Bupati Barito Kuala Kalimantan Selatan yang mengunjungi Pemerintah Kota Pekanbaru beberapa waktu lalu.

Atas keberhasilan melahirkan aplikasi siDIVA, Alek mengungkapkan banyak pihak yang memberikan respon positif kepada Disketapang Pekanbaru seperti apresiasi yang datang dari Walikota Pekanbaru, Sekretaris Daerah, Ketua Komisi II DPRD, Kepala BPS Pekanbaru, Direktur PT. Sarana Pangan Madani (BUMD), Direktur PT. Nusa Karya Dupama (mitra kerja Disketapang) dan stakeholder lainnya.

Hal ini sebagai bukti sebut Akur lagi; bahwa Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Ketahanan Pangan senantiasa terus berkomitmen memperkuat pembangunan ketahanan pangan dari berbagai lini sesuai amanat Undang-Undang Nomor 18 Tahun 2012 tentang Pangan.

"Alhamdulillah, khusus untuk Indeks Ketahanan Pangan, ini lompatan luar biasa bagi kota Pekanbaru, Peringkat Indeks Ketahanan Pangan Pekanbaru melesat naik, dari rangking 22 pada 2020 menjadi kota terbaik ke-2 se-Indonesia pada 2021,"ucap Akur.

Secara khusus, Akur menyampaikan bahwa dalam rangka mengetahui tingkat ketahanan pangan suatu wilayah beserta faktor-faktor pendukungnya, Pemerintah Pusat melalui Kementerian Pertanian telah mengembangkan suatu sistem penilaian dalam bentuk IKP yang mengacu pada definisi ketahanan pangan dan subsistem yang membentuk sistem ketahanan pangan.



IKP yang disusun, Berdasarkan Buku IKP Badan Ketahanan Pangan Kementerian Pertanian; merupakan penyesuaian dari indeks yang telah ada berdasarkan ketersediaan data tingkat kabupaten/kota dan provinsi. Berdasarkan analisis ketahanan dan kerentanan pangan (FSVA) Tahun 2021 pada level nasional tersebut menunjukkan bahwa kota Pekanbaru dianggap sudah tahan pangan yang didasarkan pada 8 indikator yang terbagi dalam dua aspek penilaian.

Pertama aspek keterjangkauan pangan yang dinilai dari indikator; (1) Persentase penduduk di bawah garis kemiskinan; (2) Persentase rumahtangga dengan proporsi pengeluaran lebih dari 65% terhadap pengeluaran total; (3) Persentase rumahtangga tanpa akses listrik.

Dan Aspek Pemanfaatan Pangan didasarkan pada indikator (1) Rata-rata lama sekolah perempuan di atas 15 tahun; (2)Persentase rumahtangga tanpa akses air bersih; (3) Rasio jumlah penduduk per tenaga kesehatan terhadap tingkat kepadatan penduduk; (4) Prevalensi balita stunting; dan (5) Angka harapan hidup pada saat lahir. Bila ditelaah lebih jauh dalam buku IKP Kementan tersebut disebutkan bahwa untuk aspek Keterjangkauan, Kota Pekanbaru memiliki skor 96,05 dan aspek pemanfaatan bernilai 86,07 sehingga menghasilkan komposit senilai 90.56.

"inilah lebih kurang konsep-konsep yang terdapat dalam aplikasi siDIVA ini tapi pada tingkat yang lebih kecil lagi, untuk mengukur kinerja ketahanan pangan tingkat kelurahan se-Kota Pekanbaru," ungkapnya.

Sementara itu, Kabid Ketersediaan dan Kerawanan Pangan Ismail SPi juga menambahkan bahwa SiDIVA dapat dimanfaatkan oleh stakeholder terkait dalam suksesi pembangunan ketahanan pangan di Kota Pekanbaru. Karena banyak aspek dalam menilai komposit FSVA itu sendiri, misalnya untuk isu transportasi maka Dinas Perhubungan memiliki peran dalam membangun jalan-jalan menuju pusat pangan sehingga memudahkan akses transportasi dari dan menuju sentra sentra pangan.

"Di bidang kesehatan, bagaimana akses masyarakat kepada pusat-pusat pelayanan Kesehatan sebagai penunjang akses dalam sub bidang keterjangkauan layanan pemerintah terhadap sector Kesehatan yang juga bagian dari penilaian Indek Ketahanan Pangan di tingkat kelurahan di Kota Pekanbaru. Dan stakeholder terkait lainnya sesuai indicator-indikator yang ada dalam siDIVA itu sendiri," jelasnya.

Lebih lanjut akademisi yang juga Praktisi Public Relation Ir Nurul Huda MH M IKom mengapresiasi Langkah-langkah yang telah ditelurkan oleh Disketapang lewat siDIVA ini. Namun dia menegaskan bahwa dalam kacamata Komunikasi, Disketapang harus betul-betul mampu memisahkan mana komunikasi eksternal dan internal sendiri. SiDIVA adalah salah satu jenis komunikasi yang melibatkan internal dan pihak eksternal, makanya harus dimanfaatkan secara strategis dengan memperhatikan etika yang komprehensif agar dapat betul-betul dapat dimanfaatkan seluruh stakeholder sesuai cita-cita yang disampaikan oleh Kadis Ketapang tadi.

"Dalam kacamata seorang praktisi komunikasi dan akademisi, Komunikasi secara sederahana dapat dibedakan ke dalam jenis internal dan eksternal. Nah Pemko Pekanbaru melalui Disketapang harus betul-betul memahami konsep ini," ujar Nurul Huda.

Dosen Hubungan Masyarakat pada Universitas Muhammadiyah Riau ini juga mengapresiasi atas pelabelan nama-nama inovasi yang dihadirkan oleh Disketapang yang unik dan cukup merakyat oleh masyarakat. Dan yang terpenting menurutnya dalam pengisian konten berupa data dan informasi yang diberikan harus betul betul dapat dipertanggungjawabkan.

"Kami apresiasi, tapi ingat datanya harus akuntabel dan jangan asal-asalan makanya Disketapang butuh orang-orang professional dalam pengelolaan inovasi ini," tegasnya.

Bahkan Nurul juga menyebutkan bahwa jika SiDIVA betul-betul konsisten dalam penyajian data dan informasi yang update dan terintegrasi tentu akan dapat juga dimanfaatkan oleh Dunia Usaha dan Industri (DUDI) untuk kepentingan-kepentingan strategis mereka.

Misalnya Nurul menyebutkan, orang dapat memantau berapa ketersediaan pangan strategis disana, tingkat kebutuhan pangan dan tingkat harga yang ada. Ini mampu mengundang mata-mata pebisnis disini dan tentunya salah satunya akan mendatangkan impact positif dalam pembangunan ketahanan pangan di kota Pekanbaru ini.

"Sekali lagi, selamat dan sukses untuk Disketapang Pekanbaru atas terobosan luar biasa ini. Mudah-mudahan dapat distudi tiru oleh Pemerintah Kabupaten/ Kota Lainnya dalam menunjukkan komitmenya dalam Pembangunan Ketahanan Pangan yang terintegrasi dan berkelanjutan," pungkasnya. (Kominfo10/RD5)


Logo Pemkot

Pekanbaru.go.id

Portal Resmi Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau

Tulis Komentar

[08/02/2023] Pemko Masih Matangkan Penerapan Sanksi Tipiring Sampah [08/02/2023] 2 Titik di Jalan Jenderal Sudirman Ditinggikan Kemen PUPR [08/02/2023] SP1 Tak Diindahkan, Satpol PP Pekanbaru Turun Tertibkan Bangunan Langgar GSB [08/02/2023] Raja Rilla Mustafa Ingatkan Ibu-ibu Sebagai Kunci Pangan Bergizi di Keluarga [07/02/2023] Pemko Pekanbaru Terus Matangkan Persiapan MTQ ke-55 [07/02/2023] Dinsos Salurkan Bantuan Makanan untuk Puluhan Orang Terlantar