Diskes Larang Pengelolaan Limbah dengan Cara Dibakar


Image : Diskes Larang Pengelolaan Limbah dengan Cara Dibakar
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru dr. Zaini Rizaldy Saragih. - Pekanbaru.go.id

PEKANBARU - Pemerintah Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan tidak membenarkan layanan kesehatan yang beroperasi di Kota Pekanbaru mengelola limbah medis yang dihasilkan dengan cara di bakar.

Pengelolaan limbah dengan teknologi insinerator atau alat untuk membakar limbah, di dijelaskan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, dr. Zaini Rizaldy, dapat mencemarkan lingkungan.

"Makanya kemaren ada beberapa rumah sakit yang punya insinerator, ditutup. Tidak boleh mereka melaksanakan insinerator lagi," ujar dr. Zaini Rizaldy, Selasa (22/2).

"Karena yang pertama mereka tidak mendapatkan izin insinerator, yang kedua hasil limbah dengan cara dibakar, tetap ada hasilnya. Limbahnya ini harus terkelola dengan baik," jelas dr Zaini Rizaldy.

Dirinya mencontohkan pengelolaan limbah yang ada di Jakarta, hasil pembakaran dibuang khusus.

"Idealnya, saya melihat pengelolaan limbah di Jakarta, itu nanti hasil pembakarannya harus dibuang khusus. Kemudian asap yang membakarnya itu jangan tercemar. Tidak semua rumah sakit bisa membuat pengelolaan limbah," sebutnya.

Jika rumah sakit tidak memiliki alat pengelola limbah, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru menyebut harus bekerjasama dengan pihak ketiga.

"Kalau tidak punya harus bekerjasama dengan pihak ketiga," ujarnya.(Kominfo9/RD3)


Logo Pemkot

Pekanbaru.go.id

Portal Resmi Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau

Tulis Komentar

[18/08/2022] Dishub Masih Sosialisasi Terkait Rencana Kenaikan Tarif Dasar Parkir [18/08/2022] Pemko Pekanbaru Targetkan 37.000 Warga Ikuti Vaksin Merdeka [18/08/2022] Jambore PKK Kecamatan Sukajadi dan Sunatan Masal Berjalan Sukses [18/08/2022] Ribuan Orang Tumpah Ruah Ikuti Gerak Jalan Merdeka di Pekanbaru [18/08/2022] Disperindag Pekanbaru Telusuri Kelangkaan Gas 3 Kilogram [18/08/2022] BPP Gelar Evaluasi dan Bimtek Inovasi Daerah Besok, Narasumber dari Kemendagri