PEKANBARU - Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Pekanbaru,
bakal mengevaluasi proses sekolah tatap muka yang telah berlangsung
sejak, Senin (9/2) kemarin.
Evaluasi dilakukan seiring efektivitas pembelajaran tatap muka dalam masa pandemi Covid-19.
Kepala
Disdik Kota Pekanbaru Ismardi Ilyas menyebut, setelah dua pekan
pelaksanaan sekolah tatap muka, mereka kembali melakukan pemetaan.
Mereka memetakan sebaran Covid-19 terbaru.
"Zona
wilayah sekolah juga dievaluasi. Kalau sekolah yang wilayah nya hari
ini zona kuning, tiba-tiba pekan depan zona orange maka kita hentikan
disitu," terangnya, Rabu (10/2).
Dalam
evaluasi, pihaknya bersama Satgas Covid-19 bakal menghentikan
pembelajaran tatap muka pada satu sekolah, jika pelaksanaan nya tidak
mematuhi dan sesuai SOP (Standard Operasional Prosedur) protokol
kesehatan.
Tim dari
Disdik bakal melakukan peninjauan terkait SOP yang harus diterapkan
selama pembelajaran tatap muka. Seperti ketersediaan alat penyediaan
alat cuci tangan di pintu masuk, mewajibkan masker bagi siswa dan jaga
jarak.
"Kemudian ada
pengaturan masuk sekolah, belajar, hingga ketika akan meninggalkan
sekolah saat jam pulang sekolah. Kemudian pengawasan siswa agar tidak
bermain dan langsung pulang ke rumah," paparnya.
Tahap
awal, sekolah tatap muka berlangsung bagi sejumlah SD Negeri dan SMP
Negeri. Ada 87 SD negeri dan 36 SMP negeri yang menyelenggarakan
pembelajaran tatap muka. Jumlah ini separo dari SD dan SMP negeri yang
ada. (Kominfo6/RD2)