PEKANBARU - Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru mengimbau warga mewaspadai ancaman Demam Berdarah Dengue (DBD). Kewaspadaan ini seiring peralihan cuaca dari panas ke hujan yang mendadak selama beberapa hari ini.
Diskes Kota Pekanbaru mencatat ada empat kasus meninggal akibat DBD. Kebanyakan para pasien terlambat mengakses layanan medis setelah terindikasi DBD.
Keluarga baru membawa pasien setelah kondisinya sangat lemah. Padahal seharusnya segera membawa pasien ke rumah sakit ketika ada indikasi DBD.
"Mungkin awalnya dikira demam biasa, tapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit, sehingga kondisi sangat lemah dan tidak tertolong," jelas Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Jumat (25/9/2026).
Dedy menjelaskan bahwa total kasus DBD di Kota Pekanbaru sampai saat ini sudah mencapai 706 kasus. Ratusan kasus ini tercatat dari awal Januari hingga September 2026.
Dirinya mengimbau warga untuk mengantisipasi ancaman DBD seiring perubahan cuaca dari panas ke hujan. Ia mengimbau warga mewaspadai risiko yang memicu kemunculan nyamuk Aedes aegypti di lingkungannya.
Satu di antaranya membiarkan genangan air yang tidak bersentuhan dengan tanah. Ia mencontohkan genangan air dalam ban bekas, kaleng hingga ember.
"Genangan ini yang memicu di jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang," ungkapnya.
Dirinya berpesan agar warga melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Warga bisa menguras bak mandi secara rutin, menutup tempat penampungan air hingga mengubur barang bekas.
Dedy menambahkan bahwa Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho sudah memberi arahan agar mengoptimalkan sosialisasi tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah maupun di lingkungan sekitar. (Kominfo7/RD2)
Diskes Kota Pekanbaru mencatat ada empat kasus meninggal akibat DBD. Kebanyakan para pasien terlambat mengakses layanan medis setelah terindikasi DBD.
Keluarga baru membawa pasien setelah kondisinya sangat lemah. Padahal seharusnya segera membawa pasien ke rumah sakit ketika ada indikasi DBD.
"Mungkin awalnya dikira demam biasa, tapi akhirnya demam tinggi. Setiba di rumah sakit mengalami penurunan trombosit, sehingga kondisi sangat lemah dan tidak tertolong," jelas Sekretaris Diskes Kota Pekanbaru, Dedy Sambudi, Jumat (25/9/2026).
Dedy menjelaskan bahwa total kasus DBD di Kota Pekanbaru sampai saat ini sudah mencapai 706 kasus. Ratusan kasus ini tercatat dari awal Januari hingga September 2026.
Dirinya mengimbau warga untuk mengantisipasi ancaman DBD seiring perubahan cuaca dari panas ke hujan. Ia mengimbau warga mewaspadai risiko yang memicu kemunculan nyamuk Aedes aegypti di lingkungannya.
Satu di antaranya membiarkan genangan air yang tidak bersentuhan dengan tanah. Ia mencontohkan genangan air dalam ban bekas, kaleng hingga ember.
"Genangan ini yang memicu di jentik nyamuk Aedes aegypti berkembang," ungkapnya.
Dirinya berpesan agar warga melakukan Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) 3M Plus. Warga bisa menguras bak mandi secara rutin, menutup tempat penampungan air hingga mengubur barang bekas.
Dedy menambahkan bahwa Wali Kota Pekanbaru, Agung Nugroho sudah memberi arahan agar mengoptimalkan sosialisasi tentang pentingnya Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di rumah maupun di lingkungan sekitar. (Kominfo7/RD2)