PEKANBARU - Pemerintah Kota Pekanbaru melalui Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Pekanbaru menggelar Pertemuan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Program Tuberkulosis (TBC) Tingkat Kota Pekanbaru yang berlangsung di Gedung PSC 119, Jalan Dahlia, Pekanbaru, Rabu (23/9/2026). Kegiatan dibuka dan dipimpin langsung oleh Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto S.STP M.Si.
Pertemuan tersebut dihadiri oleh 54 peserta yang terdiri dari Kepala Puskesmas se-Kota Pekanbaru, Ketua Tim Kerja Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular (P3M) Bidang P2P Dinkes Kota Pekanbaru Rasmanto SKM M.Kes, narasumber dari Perhimpunan Klinik dan Fasilitas Pelayanan Kesehatan Indonesia (PKFI) Kota Pekanbaru, serta para pengelola program TBC.
Dalam sambutannya, Kepala Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru, Hazli Fendriyanto menekankan pentingnya sinergi dan komitmen bersama seluruh fasilitas kesehatan dalam mempercepat penemuan kasus serta penanganan TBC hingga tuntas.
"Pertemuan evaluasi ini menjadi momentum krusial bagi kita untuk menyatukan langkah dan memperkuat strategi dalam mengejar target nasional keberhasilan pengobatan serta mempercepat eliminasi TBC di Kota Pekanbaru," ujar Hazli Fendriyanto.
Berdasarkan laporan panitia, penemuan kasus TBC di Kota Pekanbaru pada tahun 2025 lalu berhasil melampaui target Kementerian Kesehatan, yakni mencapai 5.505 kasus (114%) dari target 4.838 kasus.
Sementara itu, hingga 20 September 2026, capaian penemuan kasus TBC telah mencatatkan angka 3.605 kasus (68,2%) dari target tahunan sebanyak 5.280 kasus, dengan Standar Pelayanan Minimal (SPM) terduga TBC yang ditemukan sebanyak 15.395 orang (54,6%) dari target 28.220 orang.
Pertemuan Monev ini bertujuan untuk mengevaluasi kinerja program TBC periode 2023–2025, mengintensifkan kegiatan penemuan kasus secara aktif, serta menyusun rencana kerja strategis guna memastikan angka keberhasilan pengobatan (treatment success rate) dapat mencapai target nasional sebesar 90 persen. Seluruh rangkaian kegiatan dibiayai melalui dana GF ATM Komponen TB Tahun 2026.
Sebagai bentuk apresiasi atas kerja keras fasilitas pelayanan kesehatan, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru juga menyerahkan piagam penghargaan dan sertifikat kepada puskesmas dengan capaian kinerja terbaik.
Untuk kategori Penemuan Kasus TBC Terbanyak Tahun 2025, penghargaan diraih oleh:
1. Peringkat I: Puskesmas Sidomulyo
2. Peringkat II: Puskesmas Payung Sekaki
3. Peringkat III: Puskesmas Rejosari
Sedangkan penghargaan untuk kategori Keberhasilan Pengobatan Terbaik dan Melebihi Target Nasional diberikan kepada:
• Puskesmas RI Sidomulyo (99%)
• Puskesmas Sapta Taruna (98%)
• Puskesmas Sail dan Puskesmas Langsat (97,4%)
Melalui kegiatan monitoring dan evaluasi ini, Dinas Kesehatan Kota Pekanbaru berharap seluruh puskesmas dan jejaring fasilitas kesehatan dapat terus meningkatkan kapasitas operasional serta memperkuat penanganan TBC demi mewujudkan eliminasi TBC di Kota Pekanbaru.(Kominfo9/rd3)