349 Warga Terjangkit DBD, 11 Masih Dirawat


Image : 349 Warga Terjangkit DBD, 11 Masih Dirawat
Ilustrasi - Pekanbaru.go.id

PEKANBARU -- Hingga minggu ke-17 tahun 2020, ada 349 warga Pekanbaru terjangkit Demam Berdarah Dengue (DBD). 11 di antaranya masih sakit dan diberi perawatan, satu meninggal dunia dan sisanya sudah dinyatakan sembuh. 

Data yang dirillis Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru, kasus tertinggi ada di Kecamatan Tenayan Raya, mencapai 68 kasus. Kemudian di Kecamatan Tampan mencapai 50 kasus.

Pelaksana tugas Kepala Dinas Kesehatan (Diskes) Kota Pekanbaru M Amin mengatakan, meski saat ini instansi itu terfokus pada penanganan Covid-19, urusan DBD juga menjadi prioritas. Sebab, DBD juga merupakan penyakit mematikan. 

"Meski sekarang kita sibuk Covid, DBD tetap kita tangani. Kemarin kita lakukan fogging ke rumah warga di Jalan Satria," kata Amin, Selasa (28/4). 

Ia juga meminta peran Puskesmas di masyarakat terus dimaksimalkan. Masyarakat diajak supaya ikut membersihkan lingkungan bersama, melakukan 3M plus. Program Diskes Pekanbaru, kata dia, sudah lakukan penyuluhan kepada masyarakat, baik melalui dinas langsung atau melalui puskesmas. 

"Turun ke lapangan, langsung ke masyarakat jadi kita tidak menunggu di puskesmas lagi. Kita turun ke masyarakat, kita wajib turun mengajak masyarakat untuk memerangi DBD. Untuk obat, saya rasa cukup, untuk penanganan DBD cukup," jelasnya. (Kominfo3/rd1)

 


Logo Pemkot

Pekanbaru.go.id

Portal Resmi Pemerintah Kota Pekanbaru Provinsi Riau

Tulis Komentar

[14/09/2026] MTQ Kelurahan Simpang Tiga Diikuti 40 Qari dan Qariah, RW 03 Sukses Sabet Juara Umum [14/09/2026] Tertinggi di Indonesia, Pertumbuhan Ekonomi Pekanbaru Tembus 7,39 Persen [14/09/2026] Kualitas Udara Kembali Memburuk, Warga Dihimbau Kurangi Aktivitas di Luar Rumah [14/09/2026] Perkuat Kepercayaan Publik, Pemko Pekanbaru Gandeng Dewan Pers [14/09/2026] Wawako Pekanbaru Buka Forum Penguatan Kemitraan Pemko dan Media, Dorong Komunikasi Dua Arah [13/09/2026] Disdukcapil Pekanbaru Imbau Warga Jangan Beri Data Pribadi Sembarangan