Berita terkini

Berita Pemko

Penantian Puluhan Tahun Terjawab, Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Administrator
07 Nov 2026 20:57 WIB
144 kali dibaca
Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional

Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah Akan Dianugerahi Gelar Pahlawan Nasional - Pekanbaru.go.id

PEKANBARU - Penantian panjang masyarakat Pekanbaru untuk melihat pendiri kotanya mendapat gelar Pahlawan Nasional segera terwujud. Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah atau Marhum Pekan akan dianugerahi gelar tersebut di Jakarta pada Selasa, 10 November 2026, bertepatan dengan peringatan Hari Pahlawan.

Wali Kota Pekanbaru Agung Nugroho akan hadir langsung di Istana Negara bersama Ketua TP PKK Kota Pekanbaru Sulastri Agung serta ahli waris Marhum Pekan untuk menghadiri penganugerahan tersebut.

"Alhamdulillah, mimpi yang telah lama diperjuangkan masyarakat akhirnya terwujud. Kita bangga pendiri Pekanbaru mendapat penghormatan sebagai Pahlawan Nasional. Kebahagiaan ini milik masyarakat Pekanbaru, masyarakat Siak, dan seluruh Riau,” ujar Agung.

Harapan menjadikan Marhum Pekan sebagai Pahlawan Nasional telah mengemuka sejak 1988. Perjuangan yang dirintis sejak lama itu terus dilanjutkan Pemerintah Kota Pekanbaru di bawah kepemimpinan Agung Nugroho hingga membuahkan kabar baik mengenai rencana penganugerahan.

Kabar tersebut juga disampaikan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon dalam pertemuannya dengan Agung. Bagi Wali Kota, penghormatan kepada Marhum Pekan menjadi capaian bersama seluruh pihak yang selama ini mendukung dan memperjuangkannya.

Marhum Pekan merupakan Sultan Siak Sri Indrapura ke-V, putra Sultan Abdul Jalil Alamuddin Syah atau Marhum Bukit, Sultan Siak ke-IV. Beliau melanjutkan pengembangan kawasan Senapelan yang dirintis ayahandanya hingga tumbuh menjadi pusat perdagangan dan cikal bakal Kota Pekanbaru.

Selain dikenal sebagai pendiri Pekanbaru, Marhum Pekan dikenang atas perjuangannya melawan Belanda di Pulau Guntung. Pengembangan pekan atau pasar yang beliau lakukan turut meletakkan dasar bagi pertumbuhan kota yang kini menjadi ibu kota Provinsi Riau.

Menurut Agung, sejarah tersebut menunjukkan eratnya hubungan Pekanbaru dengan Kesultanan Siak. Karena itu, penghormatan kepada Marhum Pekan juga menjadi kesempatan untuk mengenalkan kembali sejarah dan kebudayaan Melayu kepada generasi muda.

“Saya mencintai Pekanbaru beserta sejarah dan budaya Melayunya. Menjaga marwah Melayu adalah tanggung jawab yang saya pegang dalam memimpin kota ini. Pekanbaru adalah rumah kita bersama, dan kemajuan kota harus berjalan dengan budaya Melayu yang tetap hidup serta menjadi jati dirinya,” tuturnya.

Jasa Kesultanan Siak bagi Indonesia juga tercatat melalui Sultan Syarif Kasim II, Sultan Siak ke-XII. Pada awal kemerdekaan, beliau mendukung Republik Indonesia dengan menyerahkan kekayaan, termasuk sumbangan sebesar 13 juta gulden. Sejarah pengabdian para sultan tersebut menjadi warisan kebanggaan masyarakat Riau.

Agung menyampaikan terima kasih kepada Presiden Republik Indonesia dan pemerintah pusat atas penghormatan kepada Marhum Pekan, serta kepada Pemerintah Provinsi Riau atas dukungannya. Apresiasi juga disampaikan kepada para pendahulu, tim pengkaji, sejarawan, tokoh adat, keluarga besar atau zuriat, dan seluruh masyarakat yang telah memperjuangkan pengusulan tersebut.

Penghormatan terhadap pendiri kota juga diwujudkan melalui pengabadian namanya pada infrastruktur di Pekanbaru. Pemko Pekanbaru telah memperoleh persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum untuk menggunakan nama Sultan Muhammad Ali Abdul Jalil Muazzam Syah pada gerbang tol dalam kota yang menghubungkan ruas Pekanbaru–Dumai dengan Pekanbaru–Bangkinang.

Perubahan nama Jalan Palas menggunakan nama pendiri kota juga telah mendapat persetujuan. Penamaan gerbang tol dan jalan tersebut tinggal diresmikan sebagai bentuk penghormatan sekaligus pengingat akan sejarah berdirinya Pekanbaru.

Agung berharap pengabadian nama tersebut membuat masyarakat, terutama generasi muda, semakin mengenal sosok Marhum Pekan dan memahami jasa para pendahulu yang membangun kota.

“Nama beliau kita hadirkan pada gerbang tol dan jalan agar terus dikenang. Kami ingin anak-anak kita tumbuh dengan mengenal pendiri kotanya, menghargai sejarahnya, dan mencintai budaya Melayu. Itulah warisan yang ingin kita jaga bersama,” kata Agung.

Sumber : (Kominfo6/Rd3)

Bagikan :

Bagikan berita ini