Berita terkini

Berita Pemko

Pemko Pekanbaru Petakan Titik Rawan Banjir, Sejumlah Lokasi Butuh Penanganan Teknis

Administrator
28 Okt 2026 18:48 WIB
128 kali dibaca
Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar di acara Coffee Morning dan evaluasi kinerja para camat di Kantor Kecamatan Sail.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar di acara Coffee Morning dan evaluasi kinerja para camat di Kantor Kecamatan Sail. - Pekanbaru.go.id

PEKANBARU - Pemko Pekanbaru mulai memetakan titik-titik rawan banjir di setiap kecamatan. Pemetaan ini sebagai langkah untuk mempercepat penanganan genangan air saat hujan turun.

Wakil Wali Kota Pekanbaru Markarius Anwar, usai acara Coffee Morning dan evaluasi kinerja para camat di Kantor Kecamatan Sail, Rabu (28/10/2026), mengatakan laporan dari sejumlah camat menunjukkan perkembangan positif. 

Bahkan, beberapa camat telah memanfaatkan aplikasi untuk memetakan persebaran titik rawan banjir. Sehingga, lokasi permasalahan dan kebutuhan penanganannya dapat diketahui lebih jelas.

“Fokus pertama tadi adalah memetakan daerah yang rawan banjir di setiap kecamatan. Beberapa camat sudah bagus laporannya. Bahkan, ada yang sudah menggunakan aplikasi sehingga titik-titik sebarannya dapat diketahui,” ujarnya.

Sebagian besar lokasi yang dilaporkan telah disurvei. Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pekanbaru juga telah menurunkan petugas untuk meninjau langsung sejumlah titik tersebut.

"Saya dan wali kota berharap hasil pemetaan dan survei itu segera ditindaklanjuti melalui langkah penanganan yang sesuai dengan kondisi di lapangan," ucap Markarius.

Meski demikian, masih terdapat beberapa titik yang belum ditemukan solusi teknisnya di tingkat kecamatan. Salah satu persoalan yang dihadapi adalah kondisi jalan yang lebih rendah atau membentuk cekungan. Sehingga, cekungan badan jalan itu berpotensi menampung air ketika hujan.

Permasalahan seperti itu membutuhkan pendampingan teknis dari Dinas PUPR. Supaya, penanganannya tidak sekadar bersifat sementara, tetapi dapat menyelesaikan persoalan secara menyeluruh.

“Memang ada beberapa titik yang belum ditemukan solusinya oleh pihak kecamatan, seperti cekungan jalan. Persoalan seperti ini perlu pendampingan teknis dari Dinas PUPR,” jelas Markarius.

Penyelesaian titik-titik tersebut kemungkinan memerlukan perencanaan lebih terperinci dengan melibatkan konsultan atau tenaga ahli. Alternatif penanganannya dapat berupa peninggian badan jalan maupun pembenahan aliran air, tergantung pada hasil kajian teknis.

“Apakah nanti jalannya perlu dinaikkan atau ada solusi lain, tentu ahli yang memahami. Mungkin juga perlu dibuat tembusan aliran air dan sebagainya,” sebut Markarius. (Kominfo11/Rd5)

Sumber : ( (Kominfo11/Rd5))

Bagikan :

Bagikan berita ini