PEKANBARU -- Tahun depan harga rumah subsidi diprediksi mengalami kenaikan. Kabar ini sudah berhembus di kalangan pengembang perumahan di Riau.
Hal ini disampaikan oleh Direktur Utama PT Sidmunds Group, Amijaya Pramudya kepada wartawan. Untuk itu pihaknya menyarankan agar masyarakat segera mengambil rumah sebelum pergantian tahun.
"Kabarnya aturan dari pemerintah harganya naik. Sekarangkan 130 juta, bisik-bisiknya akan menjadi 148 juta perunit. Kita sarankan kepada masyarakat sebelum harga rumah subsidi naik ambilah rumah sekarang," ujar Amijaya.
Bisik-bisik tentang kabar penaikkan harga rumah bersubsidi di tahun 2019, Amijaya tak bisa mengatakan ini adalah imbas dari tingginya harga dolar.
Sebab, penetapan harga baru digodok oleh kementerian PUPR yang secara aturan berlaku, PUPR memiliki wewenang dalam menentukan perubahan harga.
"PUPR sudah ada hitungannya, dimana berskala tiga tahun itu ada perubahan harga rumah bersubsidi. Itu memang biasanya sudah diprediksi PUPR. Sebetulnya tidak ada kaitannya dengan dolar, memang sudah aturan perubahan harga," ucap pengembang perumahan di Riau ini.
Ia menambahkan, di Riau harga rumah bersubsidi saat ini jauh lebih murah bila dibanding daerah lain di Indonesia. Seperti di Batam, rumah yang menyasar untuk kalangan ekonomi menengah ke bawah ini dijual senilai 136 juta, dan Bali 148 juta sesuai aturan pemerintah.
"Untuk Riau harga perumahan termasuk murah," pungkasnya. (Kominfo3/RD1)