PEKANBARU - Di Kota Pekanbaru saat ini ada berbagai
cagar budaya, diantaranya Rumah Singgah Tuan Kadi di Jalan Perdagangan,
Kecamatan Senapelan, Masjid Raya, Monumen Kereta Api, kuburan Marhum
Pekan, Tugu Titik Nol.
Pemerintah
Kota (Pemko) Pekanbaru melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
(Disbudpar) Kota Pekanbaru tetap melakukan perawatan terhadap cagar
budaya agar tetap terjaga.
"Untuk
tahun 2020 kemaren, kita sudah mengadakan perawatan. Sudah ada
perawatan dari Bidang Kebudayaan. Seperti di Rumah Singgah Tuan Kadi itu ada atapnya yang diganti," terang Kepala Disbudpar Kota Pekanbaru,
Nurfaisal, Jumat (5/3).
Namun demikian, diakui Nurfaisal, dalam merawat cagar budaya, pihaknya masih kekurangan anggaran.
"Cuman kemarin itu anggaran kita kecil sekali. Tidak ingat saya (besaran anggaran perawatan)," ujar Nurfaisal.
Selain
perawatan, Disbudpar juga menempatkan petugas dibeberapa lokasi cagar
budaya, ini dilakukan agar objek yang akan dikunjungi wisatawan tersebut
tetap terawat dengan baik.
"(Objek
wisata) Yang punya kita itu hanya Monumen Kereta Api, ada juru
peliharanya dua orang. Kemudian Masjid Raya, ada juga juru peliharanya.
Rumah Singgah Tuan Kadi, dua orang juru peliharanya. Bandar Kayangan,
dua juru peliharanya, ditambah lagi tukang bersih-bersih, lebih kurang
ada sekitar enam orang kalau tidak salah. Itukan luas, lebih kurang 14
hektar," ungkap Nurfaisal.
Lanjut
Nurfaisal, tugas dari juru pelihara objek wisata selain merawat dan
membersihkan, juga memberikan penjelasan kepada wisatawan yang
berkunjung terkait asal usul objek wisata tersebut.(Kominfo5/RD2)