info@pekanbaru.go.id                        TRILOGI | FALSAFAH KERJA PEMERINTAH KOTA PEKANBARU
(0761) 47527
Goro Massal di Sungai Senapelan

Walikota Prihatin, Puing Bangunan Penuhi Aliran Sungai

Walikota bersama Camat dan TNI Polri mengeruk dan mengangkat puing bangunan yang menyebabkan pendangkalan Sungai Senapelan
Walikota Prihatin, Puing Bangunan Penuhi Aliran Sungai

PEKANBARU—Walikota Pekanbaru DR H Firdaus ST MT  kesal, prihatin, dan kecewa  demi melihat  sampah rumah tangga  dan puing bangunan  memunhi  aliran sungai Senapelan, dan lebih prihatin lagi ketika ditemukan parit penghubung pemukiman warga dengan sungai sudah tertimbun tanah dan ditumbuhi pohon yang tingginya mencapai satu sampai dua meter.

Pemandangan yang tidak nyaman itu terjadi Kamis (10/08/2017) saat Walikota memimpin Gotong royong massal bersama TNI Polri, Pemuda FKPPI, serta Camat dan Lurah di aliran sungai Senapelan Kelurahan Padang Terubuk, Kecamatan Sukajadi. 

Atas kondisi itu, Walikota yang langsung terjun ke sungai bersama seluruh peserta goro meminta Camat Lurah serta RW dan RT untuk selalu memberikan kesadaran kepada masyarakat untuk peduli dan menjaga lingkungannya.

“Sampah dan puing bangunan ini tidak datang sendiri ke sungai ini. Sungai menjadi dangkal, daya tampung juga berkurang, sementara kawasan pemukiman sangat luas yang membutuhkan aliran sungai utama menuju sungai Siak atau Sungai Kampar. Di musim kemarau belum terasa  akibatnya, tapi ketika hujan turun, dalam sekejap  pemukiman dan rumah masyarakat akan tergenang air yang kita sebut banjir,’’ ujar Walikota sambil ikut mengangkat dan mengeruk sampah dan puing bangunan  di sungai yang mengarah ke Sungai siak melewati jembatan Jalan Riau tersebut.

Tidak hanya sampah dan puing bangunan,  bahkan pecahan gelas dan piring juga banyak ditemukan di dalam sungai Senapelan tersebut, sehingga menyulitkan Walikota dan peserta goro membersihkan Sungai tersebut.

“Coba kita tengok,  dari pemukiman warga, ada beberapa Parit dan drainase  yang mengarah ke sungai Utama, tetapi parit dan drainase di pemukiman warga ternyata tidak dibersihkan bahkan sudah tertimbun tanah dan sudah tumbuh tumbuhan dan pohon di dalam parit, sehingga parit-parit ini tidak mampu lagi menampung dan mengalirkan air dari  pemukiman warga ketika hujan, akibtanya tergenang dan banjir walau hujannya Cuma sebentar. Seharusnya parit dan drainase di pemukiman warga bisa dibersihkan secra rutin dengan semangat dan budaya gotong royong,’’ ungkap Walikota lagi.

Sepertinya kekecewaan Walikota belum berakhir, ketika menyusuri Sungai Senapelan hingga Jembatan Jalan Riau, Walikota menemukan bawah jembatan juga dipenuhi sampah rumah tangga, dengan kondisi  pipa kabel yang berserakan.

“Semua kita harus peduli, Masyarakat dan perangkat pemerintahan yang terbawah harus saling mengingatkan. Jangan biarkan lingkungan kita kotor, karena lingkungan yang bersih pasti masyarakatnya sehat, lingkungan yang kotor tentu akan memberikan akibat buruk yang tidak sedikit, mulai dari banjir hingga rentan penyakit demam berdarah,’’ ulas Firdaus lagi.(mawardi/ Humas Pemko)

: facebooktwittergoogle plusPinterest