Rabu, 08 Februari 2012
Berita

Wako Minta Bangunan di Jalan Protokol Gunakan Arsitektur Melayu
Selasa, 09 Maret 2010 12:22
PDE (SH)

PEKANBARU- Walikota Pekanbaru, Drs H Herman Abdullah MM meminta bangunan pemerintah maupun swasta di sepanjang jalan protokol menggunakan arsitektur bernuansa Melayu. Permintaan ini sebagai upaya mendorong terwujudnya visi Pekanbaru sebagai kota pusat kebudayaan Melayu.

"Seperti bangunan di Jalan Sudirman, yang harusnya menggunakan arsitektur bernuansa Melayu," kata Walikota, pekan lalu.

Konsep Melayu yang harus dipakai tersebut, terang Walikota tidak mesti sepenuhnya menggunakan ornamen Melayu. Namun, bisa saja hanya menampilkan satu bagian, tapi bagian tersebut benar-benar bercirikan Melayu.

"Apakah itu ukiran di bagian atapnya atau bagian lainnya," ujar Walikota.
Menurut Herman, pihaknya juga tidak mengharuskan ornamen bangunan tersebut bernuansa Melayu kuno. Dalam artian, bisa saja konsep Melayu yang diterapkan arsitektur bangunan tersebut Melayu moderen, dengan kreasi yang dimodifikasi. Seperti yang digunakan bangunan Pustaka Soeman HS, yang terletak di Jalan Sudirman dengan konsep Melayu moderen.

Seiring perkembangan zaman, lanjut Herman, budaya Melayu bisa dinamis atau tidak harus kaku dengan ketentuan yang berlaku. "Jika kreasi maupun modifikasi yang diciptakan kalangan arsitektur lewat bangunan mengacu pada budaya Melayu dan tidak menyalahi ketentuannya, kita cukup terbuka menerimanya," sebut Walikota.

Baca juga: