Rabu, 10 Maret 2010
Berita

Pemasukan Trans Metro Capai Rp2,5 M
Senin, 16 Nopember 2009 08:00
sopian hadi

PEKANBARU - Sejak dioperasikan lima bulan silam, pemasukan armada bus kota Trans Metro atau Sarana Angkutan Umum Massal (SAUM) dari penjualan tiket mencapai Rp2,5 miliar. Sebanyak 87 ribu tiket telah terjual dengan harga Rp3.000 per buah.

Demikian disampaikan Kepala Dinas perhubungan (Dishub), Priabudi, akhir pekan, di Kantor Walikota Pekanbaru. Katanya, dana yang diterima tersebut dimasukkan ke dalam Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kota Pekanbaru. "Ya, sejak mulai beroperasinya Bus SAUM hingga kini, kita telah menerima pemasukkan sekitar Rp 2,5 miliar. Dan, dana tersebut dimasukkan dalam PAD," ujarnya.

Melihat perkembangannya, Priabudi mengakui, kalau bus SAUM ini dinilai sudah cukup bagus. Sebab dari low factor yang ditetapkan sebelumnya sekitar 18 persen, namun sudah terealisasi 28 persen saat ini. "Dari perolehan poin ini saja, kita dapat menilai kalau perkembangan bus SAUM cukup bagus," imbuhnya.       

Ke depan, lanjut Priabudi, pihaknya mengupayakan agar masyarakat pengguna kendaraan pribadi, khususnya pergi ke kantor, menggunakan Bus Tans Metro ini. Selain dapat menambah pemasukkan, upaya ini dapat menimalisir kemacetan dijalan raya, terutama ketika waktu jam pergi maupun pulang kerja.  

"Bertambahnya pendapatan kita lewat SAUM, maka subsidi pemerintah terhadap kendaraan ini lama kelamaan dapat dihentikan. Sehingga penghematan anggaran dapat dilakukan, dan bila perlu lewat Bus SAUM ini dapat menjadi salah satu potensi andalan kita dalam penerimaan PAD," paparnya lagi.

Tidak hanya itu, terang Priabudi, tahun depan pihaknya merencanakan penambahan koridor III. Koridor III ini akan melewati UIN Suska Riau, Soekarno-Hatta, Arifin Achmad, Jenderal Sudirman, lalu memutar tepat di Kantor Askes. “Khusus untuk koridor III ini, kita akan kerja sama dengan universitas yang dilewati bus SAUM, seperti UIN dan UNRI,” urainya.

Apabila kerjasama tersebut disepakati nantinya, kata Priabudi, tepat disamping gerbang kampus terkait, pihaknya lewat kontraktor membangun halte didepan kampus. "Lalu, untuk transportasi mahasiswa ke dalam kampus, kita akan menyediakan 200 sepeda," timpalnya.

Program tersebut dibuat, ungkap Priabudi, sebagai langkah pengurangan polusi udara yang ada di Kota Pekanbaru. "Program ini kita terapkan di sini, setelah sebelumnya, kita melihat penerapannya di Yogyakarta cukup berhasil dan dinilai dapat diberlakukan di Pekanbaru,” ucapnya.

Baca juga: