Wako Persuasif Tangani Pasar Pagi Arengka
Senin, 20 Februari 2012 15:13
SH
PEKANBARU - Permasalahan yang terjadi di Pasar Pagi Arengka, terkesan semakin kompleks. Tidak hanya dari segi pedagang, akan tetapi dari segi perparkiran kendaraan pun masih semrawut. Namun untuk menyelesaikan masalah ini, Wali Kota Pekanbaru Firdaus ST MT mengaku tak mau memakai tangan besi.
Khusus soal Pasar Pagi Arengka ini, seperti dilansir Riaupos, Walikota mengatakan penertiban terhadap para pedagang tidak bisa dilakukan dengan cara tangan besi, akan tetapi harus dilakukan dengan cara persuasif atau pendekatan. Memang lokasi yang dijadikan para pedagang untuk berjualan adalah jalur hijau, dan secara aturan sudah menyalahi. Tapi untuk sementara ini Pemko belum bisa menyediakan tempat khusus untuk para pedagang tersebut.
‘’Kita hanya minta kepada masyarakat yang berjualan di sana jangan sampai mengganggu lalu-lintas, karena kita sudah memberikan kemudahan kepada mereka,’’ ungkapnya.
Sementara Kepala Dinas Pasar Kota Pekanbaru, Zulkifli menyebutkan, tindakan yang diambil dalam menertibkan para pedagang tersebut hanya sebatas menyurati, dengan arahan agar tidak lagi berjualan di trotoar dan jalur hijau. Jika ingin berjualan silakan untuk masuk ke dalam pasar.
"Kita hanya memberikan surat kepada para pedagang dan kita peringatkan untuk tidak berjualan disana, tapi kita tidak memberikan batas waktu,’’ ungkapnya.
Mengenai tempat khusus yang akan disediakan untuk para pedagang yang berjualan di trotoar, jalur hijau dan badan jalan, Zulkifli mengatakan memang tidak ada. Karena bagaimanapun para pedagang yang berjualan di jalur hijau itu masih merupakan pedagang di dalam pasar. "Sekarang ini lahan untuk mereka itu tidak ada, makanya kita hanya bisa menyurati agar pindah berjualan ke dalam. Langkah selanjutnya, setiap pagi kita coba melakukan pengawasan di lokasi,’’ ujarnya.(PDE)
Baca juga:




